Rabu, 26 September 2012

Ma’rifat billah

OLEH : K. DHOFIR SUHAIMI

Murid harus memulyakan dan mengagungkan guru mursyidnya lahir dan bathin, meyaqinkan bahwa tidak akan berhasil tujuannya (agar ma’rifat billah) kecuali perantara berkahnya. Dan jika bermacam-macam keinginan hatinya kepada guru lain, maka tertutuplah berkah dari gurunya. Memulyakan kepada Guru Mursyid, tidak ada batasnya, sekalipun sang murid sudah memperoleh ilmu dan derajat yang tinggi, tidak boleh cara memulyakannya. Imam Ghozali berkata di dalam kitab ihya’ uluumuddin: Ada seorang Rosul Alloh , beliau bisa diberi anak bahkan hingga buyutnya bisa menjadi Rosul Alloh yaitu Nabi Ibrahim As, punya anak Nabi Ishaq As. Punya anak Nabi Ya’qub As. Punya anak Nabi Yusuf As. Sedangkan Nabi Yusuf punya anak 3 (tiga). 
1. Afro-im 
2. Misya 
3. Rohmah, 
akan tetapi satupun tidak ada yang bisa menjadi Nabi apalagi Rasul Alloh. Sebab : ketika Nabi Yusuf sudah menjadi raja di mesir, Nabi Ya’qub As. Selain ayah, beliau juga mursyidnya dating di mesir mengunjungi Nabi Yusuf As. cara menghormati Nabi Ya’qub Hanya dengan duduk, mestinya dengan berdiri. Berarti hanya menghormati dengan bathinnya saja, lahirnya tidak. Malaikat Jibril As. langsung disuruh turun menemui Nabi Yusuf As. Sambil membawa berita duka, yang isinya : Wahai Nabi Yusuf, kamu tidak memulyakan Nabi Ya’qub As. Sepenuhnya, hanya 50% saja.maka engkau jangan mengharap anak-anakmu bisa mempunyai derajat seperti derajat yang kamu peroleh, yaitu (Raja – Nabi – Rasul). Begitu juga murid thoriqoh.

0 komentar:

Posting Komentar

Design by AINURRIDWANPONPES MANBAUL HUDAIslamic2 Template